Sabtu, 22 Desember 2012
kekuatan yang tidak tertandinggi
Allah engkau adalah kebaikan yang tidak pernah, lepas dari semua kesedihan, cobaan, dan tetesan air mata, robbi tempat hamba, hamba meminta segala yang tidak lepas dari semua,nya. dalam gelap pasti ada terang dalam ke sedihan pasti ada kebahagian, Allah enkau tidak pernah tidur, engkau mendengarkan permintaan orang yang selalu bersungguh-sungguh dalam setiap doanya, dalam doa penuh tanggisan dalam, malam yang cekam disaat orang-orang tertidur pulas, disaat orang-orang sedang berhayal tentang semua yang mereka inginkan. Allah tidak pernah engkau melewatkan semua kejadian dalam hidup manusia, tiap nafas, tiap detik, tiap semua yang ada di dalam kehidupan, baik langit maupun bumi yang enagkau ciptakan. keanggunganmu sangat luarbiasa, kekuatanmu tidak tertandinggi dalam segala hal, dalam. aku adalah bagian dalam dirimu, aku adalah roh-roh yang kau tiupkan bagain dari dirimu, masih banyak yang belum kulakukan, kau maha besar lagi maha penyayang dengan semua makhluk nya. I LOVO YOU ا للة
Rabu, 28 November 2012
Manajemen Waktu
Nama : Yuniarsih
NIM :
11111111153
Tgl :
27-Nopember 2012
Manajemen
Waktu
QS
al-Ashr : 103 yang berbunyi Demi waktu, sesungguhnya manusia itu benar-benar
berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal
sholeh dan nasehat-menasehati supaya menataati kebenaran dan menetapi
kesabaran.
Pada
masa sekarnag ini ornag parti akan menjaga sesuatu yang dianggapnya berharga.
Ada ornag yang menganggap bahwa hartalah yang paling berharga, maka ia akan
berusaha menjaga dan menyimpan harta tersebut. Ada yang menganggap anak sebagi
sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya, maka ia akan berusaha melindungi
dan menjaga anak itu dengan berusaha melindungi habis-habisan.
Pada
masa sekarang ini banyak manusia menganggap bahwa yang paling berharga hanyalah
yang berkaitan dengan perkara dunia saja. Sebagai muslim kita mesti mengetahui
bahwa yang paling berharga di dunia ini adalah iman. Maka perawatan dan
pemeliharaan mutu iman semestinya kita utamakan, sebelum menjaga dan merawat
yang lainnya. Karena punya apapun di dunia ini tidak akan pernah memiliki nilai
apa-apa jika tidak diiringi keimanan yang tinggi.
Setelah
iman, yang paling berharga bagi kita adalah waktu. Kita jarang sekali merasakan
bahwa sesunggugnya waktu adalah sesutu yang sangat berharga sehingga kita
kadang-kadang membiarkan berhamburan sia-sia. Tanpa merasa berdosa kita mengisi
dengan bersantai-santai, berjalan sia-sia, memboroskan dengan sia-sia dan lain
sebagainya. Padahal semestinya kita mengerti bahwa modal kita yang sebenarnya
setelah iman adalah waktu.
Inilah
sesungguhnya yang menyebabkan umat Islam tidak bisa tanpil unggul. Ini lah yang
menyebabkan kita tidak sukses orang lain mengerti tentang rahasia waktu. Allah
berfirman yang artinya “sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam
kerugian, kecuali orang-orang yang beriman.
Wal’ashri
“demi waktu : innal insaana lafii khusrin,” sesungguhnya setiap manusia itu tambah
hari tambah merugi, tambah tua tambah merugi: illalladzina aamanu
wa’amilushaalihaati, “kecuali orang yang efektif, yang menjadikan pertambahan
waktunya sebagai peningkatan mutu iman, mutu amal; watawaa shawbil haqqi wa
tawaa shawbishshabri, dan setiap waktu terus meningkat kemampuan diri nya,
sehingga kehadiran dirinya di dunia menjadi jalan nasehat, baik dengan tutur
kata atau pun perilaku bagi orang lain, dalam kebenaran dan kesabaran.
Sebaliknya,
orang yang tidak menggunakan waktu dalam empat perkara itu-Iman, amal saleh,
nasehat-menasehati dalam menaati kebenaran dan nasehat-menasehati dalam
menetapi kesabaran- menurut Allah Azza wajallah yang menciptakan hidup ini.
Orang-orang
non-Islam dengan orang-orang Islam sama jatah waktunya 24 jam sehari. Dunianya
sama seperti dunia yang kita tempati, dunia yang satu juga. Tetapi mengapa kita
yang orang Islam ini telah jauh ketinggalan? Diantara penyebabnya adalah karena
kita belum mengerti betapa berharganya dan pentingnya waktu.
Dan
keyakinan yang baik kepada Allah adalah keyakinan dalam menjaga amanah waktu.
Kalu kita mengisinya dengan memperbanyak maksiat dan kesia-siaan,
ingat-ingatlah bahwa kemaksiatan dan kesia-siaan pasti merusak mutu keyakinan
kepada Allah. Kalau kita sudah mulai gemar melakukan perbuatan-perbuatan
maksiat, maka hati kita akan semakin keras. Sebaliknya kalau kita berhasil mengurangi
dan meredam dari kemungkinan berbuat maksiat, hati kita akan semakin bercahaya.
Ingat-ingatlah selalu bahwa segala sesuatu
yang ada pada diri kita adalah amanah. Mulut kita adalah amanah. Jangan biarkan
ia gunakan untuk mengobrol sesuatu yang sia-sia. Masih banyak perkataan lain
yang bermanfaat daripada berkata sesuatu yang belum tentu kebenarannya. Maka,
sekali-kali jangan bunyikan mulut ini kecuali kita pastikan bahwa omongan yang
akan kita ucapkan menjadi amal.
a.
Waktu boleh sama tapi isinya harus berbeda.
Ajaran Islam sangat
menghargai waktu. Allah SWT sendiri berkali-kali bersumpah dalam Al-qur’an
berkaitan dengan waktu. Wal’ashri DEMI WAKTU, waktu dhuha dan waktu malam.
Allah SWT berfirman dalam sebuah hadist qudsi, pada setiap fajar ada dua malaikat
yang berseru-seru, wahai anak adam aku adalah hari yang baru, dan aku datang
untuk menyaksikan amal kamu. Oleh sebab itu, manfaatkanlah aku sebaik-baiknya,
karena aku tidak akan kembali lagi sehingga hari pengadialan.
b.
Sekarang harus lebih baik daripada tadi.
Waktu adalah modal kita
dalam mengarungi kehidupan ini. Kalau modal itu dioptimalkan maka beruntunglah
kita, tetapi kalau modal itu disia-siakan maka sangat pasti akan merugilah
kita.
Satu-satunya pilihan dalam
hidup ini adalah’ hari ini harus lebih baik dari hari kemaren bahkan kalau bila
sekarang ini harus lebih baik daripada barusan tadi, dalam hal apapun. Ingat
andaikata hari ini lebih buruk dari hari kemaren berarti kita terkena musibah
dan kerugian yang sangat besar serta mencelakakan diri.
Rasulullah saw sendiri
mengingat kita untuk selalu memperbaiki waktu, sebab setiap waktu memiliki
beban persoalan tersendiri, sabdanya,’carilah lima sebelum datang yang lima
yaitu : manfaatkanlah masa mudamu sebelum datang masa tuamu(dengan ibadah), gunakan
masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu(dengan amal sholeh), gunakanlah masa
kayamu sebelum datang miskinmu(dengan sedekah), gunakan masa hidupmu sebelum
masa matimu, gunakan masa senggang sebelum masa sempitmu.
Ada tiga kelompok orang yang
menggunakan waktu yaitu:
1.
Orang sukses, yaitu orang yang menggunakan waktu dengan optimal, dan ia
melakukan sesuatu yang tidak diminati oleh orang yang gagal.
2.
Orang yang malang yaitu orang yang hari-harinya diisi dengan kekecewaan
dan selalu memulai sesuatu keesokan harinya.
3.
Orang yang hebat, yaitu ornag yang bersedia melakukan sesuatu sekarang
juga. Bagi orang hebat, tidak ada hari esok. Dia berkata bahwa membuang waktu
bukan saja sesuatu kejahatan, tetapi sesuatu pembunuhan yang kejam.
Oleh sebab itu mulai sekarang waspadalah terhadap
waktu. Setiap detik yang kita lalui harus diperhitungkan dengan
secermat-cermatnya, sematang-matangnya, dan sekuat-kuatnya dan
seakurat-akuratnya lalu mengisinya dengan hal-hal yang membuahkan peningkatan
kemampuan kita.
Paparan beberapa kiat praktis dalam mengelola waktu :
1.
Biasakan tertib dan teratur
2.
Selalu terencana
Ingat baik-baik
beberapa motto ini: jika gagal dalm membuat rencana berarti merencanakan
gagal,’atau.’ Lebih baik bersimbah peluh dalam latihan dari pada bersimbah darah
dalam pertempuran
3.
Biasa denga data dan info yang akurat
4.
Sediakan peralatan dan perlengkapan memadai
5.
Jangan menunda dan mengulur waktu
6.
Selalu tepat waktu
7.
Biar cepat dan ringkas asal selamat
8.
Biasakan check and re- Check
9.
Waspadalah pencuru waktu
a. Obrolan yang sia-sia
Berbicang-bincang adalah bagian dari nikmat Allah yang
harus kita syukuri sepanjang dipergunakan untuk hal-hal yang bermanfaat bagi
dunia dan akhirat.
b.
Acara TV dan Radio
Tidak adasalahnya kita menontot TV atau menyimak acara
radio. Yang salh adalah andaikata kita ditipu mentah-mentah oleh acara murahan
dan tak berniala yang akhirnya akan menguras waktu produktif dan waktu
potensial untuk masa depan kita.
c.
Hobi tiada Arti
Jikalau yang kita senangi adalah sesuatu yang disenagi
Allah SWT dan juga juga jelas bermanfaat bagi kepentingan dunia dan akhirat
kita, maka hal ini adalah sesuatu keberuntungan yang besar.
d.
Lamunan sia-sia
Lamunan adalah melanturnya pikiran, melambung tidak
terarah jelas tidak sesuai dengan realita dan tidak berpijak pada keadaan dan
kenyataan.
e.
Hati yang busuk
Jika kita termasuk sorang hamba yang berarti bersih
maka kita termasuk gologan hamba Allah yang sangat beruntung. Tapi tidak
sebaliknya, justru kita memiliki hati yang busuk, na’udzubillah, maka ini
adalah suatu yang benar celaka. Sebab orang-orang yang berhati busuk, waktunya,
pikirannya , tenaganya, kebahagiaannya dan hartanya sungguh akan terkuras untuk
meladeni perasaan busuknya.
Pergunakanlah
waktu sebaik-baik nya, janganlah kita menjadi orang yang merugi karna sudah
menyia-yiakan waktu yang begitu berarti bagi kehidupan kita. Waktu terus saja
berjalan tanpa pernah berhenti. Tapi kita akan berhenti pada titik yang sudah
ditentukan oleh sang Maha Pencipta. Selamatkan lah kami ya robbi, agar kami
dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, dalam kehidupan menuju ke
akhirat tempat peristirahatan yang abadi.
sholat dhuha
Nama : Yuniarsih
Nim : 11111111153
Tgl : 20-Nopember-2012
MENGAPA HARUS SHOLAT DHUHA
Pada dasarnya, ibadah dalam Islam bukanlah semata-mata
untuk menyebah Allah. Sebab, disebah atau tidak disembah Allah tetaplah Allah.
Esensi ketuhanan Allah tidak akan pernah berkurang sedikitpun bila manusia dan
seluruh makhluk di jagad raya ini tidak menyembah-Nya. Oleh sebab itu
peribadatan dalam Islam pada hakikatnya adalah untuk manusia bukan untuk Allah.
Sejalan itu, maka ibadah dalam islam bukan untuk menyembah Allah, tetapi untuk
mendekatkan diri kepada-Nya. Allah adalah eksestensi yang Mahasuci. Dzat Yang
Mahasuci tidak bisa didekati kecuali oleh yang suci.
Keadaan hati yang selalu dekat
dengan Allah sebagai zat Yang Mahasuci akan dapat mempertajam rasa kesucian
seseorang. Rasa kesucian ini sangatlah diperlukan oleh manusia dalam
menjinakkan hawa nafsunya agar tidak melanggar nilai-nilai, peraturan, dan
hukum yang berlaku. Itulah sebabnya peribadatan dalam islam berfungsi sebagai riyadhoh
ruhiyah(latihan spiritual) dan ajaran moral dalam rangka menyucikan hati
nurani manusia.
Demikian halnya dengan sholat.
Sholat merupakan satu ibadah-bahkan ibadah yang paling utama-dalam proses
penghambaan dan pendekatan diri kepada Allah. Sholat yang dikerjakan dengan
sepenuh hati ikhlas karena Allah. Sholat yang menumbuhkan sensasi kenikmatan
tersendiri. Demikian sebagaimana yang tercermin dalam diri Rosulullah SAW.
Suatu malam beliau pernah mengerjakan qiamul lain (sholat malam/tahajud)
hingga kedua kakinya bengkak. Lalu Aisyah bertanya, “mengapa engkau melakukan
hal ini wahai Rosulullah, bukankah Allah telah memberikan ampunan kepadamu atas
dosa-dosa yang telah lalu atau yang akan datang?”Beliau menjawab, “Tidak
bolehkah aku menjadi hamba Allah yang pandai bersyukur?
Sholat bagi Rosulullah bukanlah
untuk meminta surga-Nya-sebagai ganjaran –bukan pula agar menghindarkan dirinya
dari siksaan neraka. Sholat yang ia lakukan sebagai manifestasi takwa,
cinta, dan syukurnya kepada Allah. Dan sholat baginya merupakan riyadhoh
ruhiyah(oleh jiwa) yang mendatangkan kenikmata, keridhoan, dan kebahagiaan
Mengapa kita harus sholat Dhuha?
Selain mengandung hikmah yang luar biasa, setidak-tidaknya ada tiga alasan
mengapa kita harus sholat Dhuha,yaitu:
1. Wujud ingat
kepada Allah ketika senang
2. Sebagai wujud
syukur kepada Allah
3. Sebagai bentuk
tawakal dan berserah diri kepada ketentuan Allah bahwa Dia yang mengatur
rezeki.
A. Wujud ingat
kepada Allah ketika senang
Dzikir
kepada Allah menempatkan posisi yang sangat urgent dalam proses penghambaa diri
kepada Sang Pencipta. Sebagaimana dipahami tujuan utama Allah menciptakan
manusia adalah untuk beribadah dan mengabdikan diri kepada Allah
QS.AL-A’araf :205
Dan ingatlah
Tuhanmu dalam hati dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak
mengeraskan suara, diwaktu pagi dan petang, dan jaganlah kamu termasuk
orang-orang yang lalai.
Selalu
ingat kepada Allah akan menumbuhkan “ihsan” yaitu kesadaran akan adaya
pengawasan Allah terhadap tutur kata dan tingkah lakunya. Dengan demikian
diharapkan dapat menjadi faktor pengendali untuk selalu berkata dan bertindak
sesuai dengan norma-norma Agama.
Salah
satu mengingat Allah adalah dengan sholat. Sholat adalah amalan utama dalam
berdzikir kepada Allah.
B. Sholat Dhuha
sebagai wujud syukur kepada Allah
Allah berfirman
Ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu, dan
bersyukurlah kepada-ku, dan janganlah kamu mengingkari(nikmat)-Ku
(QS.Al-Baqarah;152)
Bersyukur kepada Allah
merupakan konsekuensi logiss bagi seorang manusia, sebagai makhluk yang telah
diciptakan dan dilimpahi aneka macam kenikmatan dan anugrah yang tiada
terbilang. Atau dalam bahasa kasarnya manusia harus tahu diri lah.
Bersyukur merupakan
salah satu maqom(derajat) yang tinggi dari seorang hamba disisi Allah.
Rasa syukur itulah yang dapat membuat seorang hamba menjadi sadar dan
termotivasi untuk terus beribadah kepada Allah.
Adapun cara-car syukur:
1. Syukur dengan
hati, yakni dengan mengakui dan menyakini bahwa segala nikmat yang dirasakan
merupakan anugrah dari Allah SWT.
2. Syukur dengan
lisan, yakni dengan mengakui kepada Allah, seperti mengucapkan tahmid, tahlil,
hauqalah, tasbih, membaca Al-Qur’qn, berdoa, berkata yang baik dan santun.
3. Syukur dengan
perbuatan, yakni menggunakan nikmat untuk beribadah dan beramal shaleh serta tidak
berbuat keburukan atau kerusakan.
4. Menjaga nikmat
dari kerusankan, yakni menjaga nikmat yang ada tidak lekas rusak dan selalu
bermanfaat.
C. Tawakal dan
berserah diri kepada Allah bahwa dia yang mengatur rezeki
Tawakal
merupakan salah satu sifat utama orang yang beriman. QS.Ali Imran :122 ayat ini
mengajurkan agar orang-orang yang lain beriman bertawakkal kepada Allah. Atau
dengan bahasa lain bertawaqal kepada Allah merupakan tanda-tanda orang yang
beriman.
Tiga
syarat ini harus sejalan dan tidak bisa dipisahkan. Usaha tanpa doa adalah
sombong. Doa tanpa usaha adalah omong kosong. Sedangkan tawakal merupakan upaya
berserah diri kepada Allah dan menyandarkan diri kepada Allah.
Dengan sholat
Dhuha dapat mempengaruhi perkembangan kecerdasan seseorang. Utamanya kecerdasa
fisikal, emosional spiritual, dan intelektual.
Untuk
kecerdasan fisikal, jelas sholat Dhuha mampu meningkatkan kekebalan tubuh dan
kebugaran fisik. Sholat Dhuha merupakan aternatif olahraga yang efektif dan
efesien karena dikerjakan diwaktu pagi hari.
Sholat dhuha
juga memaksimalkan kecerdasan emosional. Tentunya kita mengawali aktifitas
dipagi hari dengan optimisme tinggi, mengharap memperoleh keuntungan yang
signifikan dari usaha hari itu.
Ini adalah
kredit poin dari sholat dhuha. Bahwa sholat Dhuha mampu melejitkan kecerdasan
intelektual seseorang. Setidaknya itulah yang tergambar dari pengamatan saya
terhadap orang-orang yang rajin sholat Dhuha. Orang yang rajin sholat Dhuha
–terutama pelajar dan mahasiswa-lebih mudah meraih prestasi akademik dan
kesuksesan hidup dari pada mereka yang tidak melakukan rutinitas sholat Dhuha.
Hakekat ilmu
adalah cahaya Allah. Cahaya Alah tidak diberikan kepada para pelaku kejahatan
dan pengabdian maksiat. Cahaya Allah diberikan kepada orang yang senantiasa
ingat kepada Allah, baik di waktu pagi maupun petang.
Sholat Dhuha
menjadikan jiwa tenang. “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi
tentram dengan mengingat Allah.
Sholat Dhuha
menjadikan pikiran lebih konsentrasi. Ketika sedang belajar, seringkali para
mahasiswa dan pelajar-karena banyaknya materi pelajaran dan lamanya waktu
belajar-merasa mengantuk.mengantuk merupakan bukti otak mengalami keletihan
karena kekurangan oksigen yang ada dalam otak. Sebagaimana dijelaskan di atas
bahwa gerakan sholat adalah sujud. Gerakan sholat sujud memungkinkan darah
mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya
oksigen yang memacu kerja sel-sel.
Cobalah dari
sekarang melakukan sholat Dhuhah agar kita mampu mencapai apa yang kita ingin
dan di ridhoi oleh Allah. Kalau Allah sudah ridho maka segala sesuatu nya pasti
dipermudahkan.
Selasa, 27 November 2012
surga di rumahku
Nama : YUNIARSIH
NIM : 11111111153
Kelas : D2 khusus/PAI
ADA SURGA DI RUMAHKU
Rumah tangga yang harmonis dan bahagia adalah surga yang
menjadi dambaan setiap insani. Namun, mewujudkan dambaan itu tidaklah semudah
mengisi selembar teka-teki silang, atau seperti membaca sebuah buku yang berisi
panduan mencari jodoh.
Menapaki tangga-tangga perkawinan diperlukan kesungguhan
dan kehati-hatian agar tidak tersandung dan jatuh. Diperlukan kerja sama yang
seimbang, langkah yang seiring dan sejalan, serta saling bergandengan erat.
Semangkin tinggi mendaki, semakin kencang angin menerpa, semangkin berat beban
dibawa, dan semangkin dalam jurang membentang.
A. Cinta dan kasih sayang
karena Allah
Allah berfirman QS.ar-ruum (30) dan diantara tanda-tanda
kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sediri,
supaya kamu cenderung dan merasakan tentram kepadanya, dan dijadikannya
diantara kamu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu
benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.
Secara tersirat, ayat tersebut menunjukkan adanya
hubungan antara rasa cinta dan kasih sayang dengan ketentraman keluarga.
Perasaan cinta kasih sayang adalah anugrah Allah. Suami istri yang hatinya
sehat dan hidup tidak akan semata-mata mencari keuntungan duniawi dari
pasangannya. Cintanya semata-mata hanya karena Allah, mengharap cinta-Nya serta
membawa kebaikan-kebaikan di dalam rumah tangga .
Cinta dan kasih sayang karena Allah akan menghasilkan
kepercayaa, kesetiaan, keamanan, ketenaran, kesejukkan, ketentraman,
kesejahteraan, keselamatan, keberkahan, serta kebahagiaan lahir dan batin:
dunia dan akhirat. Untuk memperoleh semua itu, maka cinta dan kasih sayangilah
pasangan hidup anda semata-mata karena Allah, dengan mengharap ridha-Nya, serta
berjumpa dengan –Nya, sehingga Allah pun berkenan mencintainya.
Dalam relitas sehari-hari, suami dan istri yang saling mencintai,
dan menyayangi akan mempunyai sikap saling pengertian dan saling memahami.
Mereka akan saling membantu mengatasi problem dalam rumah tangga mereka,
sehingga dapat menghasilkan solusi yang baik.
Jadi mencintailah karena Allah, bukan mencintai seseorang
karna selain itu.selamat mencoba.
Langganan:
Komentar (Atom)
