Nama : Yuniarsih
NIM :
11111111153
Tgl :
27-Nopember 2012
Manajemen
Waktu
QS
al-Ashr : 103 yang berbunyi Demi waktu, sesungguhnya manusia itu benar-benar
berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal
sholeh dan nasehat-menasehati supaya menataati kebenaran dan menetapi
kesabaran.
Pada
masa sekarnag ini ornag parti akan menjaga sesuatu yang dianggapnya berharga.
Ada ornag yang menganggap bahwa hartalah yang paling berharga, maka ia akan
berusaha menjaga dan menyimpan harta tersebut. Ada yang menganggap anak sebagi
sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya, maka ia akan berusaha melindungi
dan menjaga anak itu dengan berusaha melindungi habis-habisan.
Pada
masa sekarang ini banyak manusia menganggap bahwa yang paling berharga hanyalah
yang berkaitan dengan perkara dunia saja. Sebagai muslim kita mesti mengetahui
bahwa yang paling berharga di dunia ini adalah iman. Maka perawatan dan
pemeliharaan mutu iman semestinya kita utamakan, sebelum menjaga dan merawat
yang lainnya. Karena punya apapun di dunia ini tidak akan pernah memiliki nilai
apa-apa jika tidak diiringi keimanan yang tinggi.
Setelah
iman, yang paling berharga bagi kita adalah waktu. Kita jarang sekali merasakan
bahwa sesunggugnya waktu adalah sesutu yang sangat berharga sehingga kita
kadang-kadang membiarkan berhamburan sia-sia. Tanpa merasa berdosa kita mengisi
dengan bersantai-santai, berjalan sia-sia, memboroskan dengan sia-sia dan lain
sebagainya. Padahal semestinya kita mengerti bahwa modal kita yang sebenarnya
setelah iman adalah waktu.
Inilah
sesungguhnya yang menyebabkan umat Islam tidak bisa tanpil unggul. Ini lah yang
menyebabkan kita tidak sukses orang lain mengerti tentang rahasia waktu. Allah
berfirman yang artinya “sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam
kerugian, kecuali orang-orang yang beriman.
Wal’ashri
“demi waktu : innal insaana lafii khusrin,” sesungguhnya setiap manusia itu tambah
hari tambah merugi, tambah tua tambah merugi: illalladzina aamanu
wa’amilushaalihaati, “kecuali orang yang efektif, yang menjadikan pertambahan
waktunya sebagai peningkatan mutu iman, mutu amal; watawaa shawbil haqqi wa
tawaa shawbishshabri, dan setiap waktu terus meningkat kemampuan diri nya,
sehingga kehadiran dirinya di dunia menjadi jalan nasehat, baik dengan tutur
kata atau pun perilaku bagi orang lain, dalam kebenaran dan kesabaran.
Sebaliknya,
orang yang tidak menggunakan waktu dalam empat perkara itu-Iman, amal saleh,
nasehat-menasehati dalam menaati kebenaran dan nasehat-menasehati dalam
menetapi kesabaran- menurut Allah Azza wajallah yang menciptakan hidup ini.
Orang-orang
non-Islam dengan orang-orang Islam sama jatah waktunya 24 jam sehari. Dunianya
sama seperti dunia yang kita tempati, dunia yang satu juga. Tetapi mengapa kita
yang orang Islam ini telah jauh ketinggalan? Diantara penyebabnya adalah karena
kita belum mengerti betapa berharganya dan pentingnya waktu.
Dan
keyakinan yang baik kepada Allah adalah keyakinan dalam menjaga amanah waktu.
Kalu kita mengisinya dengan memperbanyak maksiat dan kesia-siaan,
ingat-ingatlah bahwa kemaksiatan dan kesia-siaan pasti merusak mutu keyakinan
kepada Allah. Kalau kita sudah mulai gemar melakukan perbuatan-perbuatan
maksiat, maka hati kita akan semakin keras. Sebaliknya kalau kita berhasil mengurangi
dan meredam dari kemungkinan berbuat maksiat, hati kita akan semakin bercahaya.
Ingat-ingatlah selalu bahwa segala sesuatu
yang ada pada diri kita adalah amanah. Mulut kita adalah amanah. Jangan biarkan
ia gunakan untuk mengobrol sesuatu yang sia-sia. Masih banyak perkataan lain
yang bermanfaat daripada berkata sesuatu yang belum tentu kebenarannya. Maka,
sekali-kali jangan bunyikan mulut ini kecuali kita pastikan bahwa omongan yang
akan kita ucapkan menjadi amal.
a.
Waktu boleh sama tapi isinya harus berbeda.
Ajaran Islam sangat
menghargai waktu. Allah SWT sendiri berkali-kali bersumpah dalam Al-qur’an
berkaitan dengan waktu. Wal’ashri DEMI WAKTU, waktu dhuha dan waktu malam.
Allah SWT berfirman dalam sebuah hadist qudsi, pada setiap fajar ada dua malaikat
yang berseru-seru, wahai anak adam aku adalah hari yang baru, dan aku datang
untuk menyaksikan amal kamu. Oleh sebab itu, manfaatkanlah aku sebaik-baiknya,
karena aku tidak akan kembali lagi sehingga hari pengadialan.
b.
Sekarang harus lebih baik daripada tadi.
Waktu adalah modal kita
dalam mengarungi kehidupan ini. Kalau modal itu dioptimalkan maka beruntunglah
kita, tetapi kalau modal itu disia-siakan maka sangat pasti akan merugilah
kita.
Satu-satunya pilihan dalam
hidup ini adalah’ hari ini harus lebih baik dari hari kemaren bahkan kalau bila
sekarang ini harus lebih baik daripada barusan tadi, dalam hal apapun. Ingat
andaikata hari ini lebih buruk dari hari kemaren berarti kita terkena musibah
dan kerugian yang sangat besar serta mencelakakan diri.
Rasulullah saw sendiri
mengingat kita untuk selalu memperbaiki waktu, sebab setiap waktu memiliki
beban persoalan tersendiri, sabdanya,’carilah lima sebelum datang yang lima
yaitu : manfaatkanlah masa mudamu sebelum datang masa tuamu(dengan ibadah), gunakan
masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu(dengan amal sholeh), gunakanlah masa
kayamu sebelum datang miskinmu(dengan sedekah), gunakan masa hidupmu sebelum
masa matimu, gunakan masa senggang sebelum masa sempitmu.
Ada tiga kelompok orang yang
menggunakan waktu yaitu:
1.
Orang sukses, yaitu orang yang menggunakan waktu dengan optimal, dan ia
melakukan sesuatu yang tidak diminati oleh orang yang gagal.
2.
Orang yang malang yaitu orang yang hari-harinya diisi dengan kekecewaan
dan selalu memulai sesuatu keesokan harinya.
3.
Orang yang hebat, yaitu ornag yang bersedia melakukan sesuatu sekarang
juga. Bagi orang hebat, tidak ada hari esok. Dia berkata bahwa membuang waktu
bukan saja sesuatu kejahatan, tetapi sesuatu pembunuhan yang kejam.
Oleh sebab itu mulai sekarang waspadalah terhadap
waktu. Setiap detik yang kita lalui harus diperhitungkan dengan
secermat-cermatnya, sematang-matangnya, dan sekuat-kuatnya dan
seakurat-akuratnya lalu mengisinya dengan hal-hal yang membuahkan peningkatan
kemampuan kita.
Paparan beberapa kiat praktis dalam mengelola waktu :
1.
Biasakan tertib dan teratur
2.
Selalu terencana
Ingat baik-baik
beberapa motto ini: jika gagal dalm membuat rencana berarti merencanakan
gagal,’atau.’ Lebih baik bersimbah peluh dalam latihan dari pada bersimbah darah
dalam pertempuran
3.
Biasa denga data dan info yang akurat
4.
Sediakan peralatan dan perlengkapan memadai
5.
Jangan menunda dan mengulur waktu
6.
Selalu tepat waktu
7.
Biar cepat dan ringkas asal selamat
8.
Biasakan check and re- Check
9.
Waspadalah pencuru waktu
a. Obrolan yang sia-sia
Berbicang-bincang adalah bagian dari nikmat Allah yang
harus kita syukuri sepanjang dipergunakan untuk hal-hal yang bermanfaat bagi
dunia dan akhirat.
b.
Acara TV dan Radio
Tidak adasalahnya kita menontot TV atau menyimak acara
radio. Yang salh adalah andaikata kita ditipu mentah-mentah oleh acara murahan
dan tak berniala yang akhirnya akan menguras waktu produktif dan waktu
potensial untuk masa depan kita.
c.
Hobi tiada Arti
Jikalau yang kita senangi adalah sesuatu yang disenagi
Allah SWT dan juga juga jelas bermanfaat bagi kepentingan dunia dan akhirat
kita, maka hal ini adalah sesuatu keberuntungan yang besar.
d.
Lamunan sia-sia
Lamunan adalah melanturnya pikiran, melambung tidak
terarah jelas tidak sesuai dengan realita dan tidak berpijak pada keadaan dan
kenyataan.
e.
Hati yang busuk
Jika kita termasuk sorang hamba yang berarti bersih
maka kita termasuk gologan hamba Allah yang sangat beruntung. Tapi tidak
sebaliknya, justru kita memiliki hati yang busuk, na’udzubillah, maka ini
adalah suatu yang benar celaka. Sebab orang-orang yang berhati busuk, waktunya,
pikirannya , tenaganya, kebahagiaannya dan hartanya sungguh akan terkuras untuk
meladeni perasaan busuknya.
Pergunakanlah
waktu sebaik-baik nya, janganlah kita menjadi orang yang merugi karna sudah
menyia-yiakan waktu yang begitu berarti bagi kehidupan kita. Waktu terus saja
berjalan tanpa pernah berhenti. Tapi kita akan berhenti pada titik yang sudah
ditentukan oleh sang Maha Pencipta. Selamatkan lah kami ya robbi, agar kami
dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, dalam kehidupan menuju ke
akhirat tempat peristirahatan yang abadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar