Rabu, 28 November 2012

Manajemen Waktu

Nama  : Yuniarsih
NIM     : 11111111153
Tgl       : 27-Nopember 2012

Manajemen Waktu

            QS al-Ashr : 103 yang berbunyi Demi waktu, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan nasehat-menasehati supaya menataati kebenaran dan menetapi kesabaran.
            Pada masa sekarnag ini ornag parti akan menjaga sesuatu yang dianggapnya berharga. Ada ornag yang menganggap bahwa hartalah yang paling berharga, maka ia akan berusaha menjaga dan menyimpan harta tersebut. Ada yang menganggap anak sebagi sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya, maka ia akan berusaha melindungi dan menjaga anak itu dengan berusaha melindungi habis-habisan.
            Pada masa sekarang ini banyak manusia menganggap bahwa yang paling berharga hanyalah yang berkaitan dengan perkara dunia saja. Sebagai muslim kita mesti mengetahui bahwa yang paling berharga di dunia ini adalah iman. Maka perawatan dan pemeliharaan mutu iman semestinya kita utamakan, sebelum menjaga dan merawat yang lainnya. Karena punya apapun di dunia ini tidak akan pernah memiliki nilai apa-apa jika tidak diiringi keimanan yang tinggi.
            Setelah iman, yang paling berharga bagi kita adalah waktu. Kita jarang sekali merasakan bahwa sesunggugnya waktu adalah sesutu yang sangat berharga sehingga kita kadang-kadang membiarkan berhamburan sia-sia. Tanpa merasa berdosa kita mengisi dengan bersantai-santai, berjalan sia-sia, memboroskan dengan sia-sia dan lain sebagainya. Padahal semestinya kita mengerti bahwa modal kita yang sebenarnya setelah iman adalah waktu.
            Inilah sesungguhnya yang menyebabkan umat Islam tidak bisa tanpil unggul. Ini lah yang menyebabkan kita tidak sukses orang lain mengerti tentang rahasia waktu. Allah berfirman yang artinya “sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman.
            Wal’ashri “demi waktu : innal insaana lafii khusrin,” sesungguhnya setiap manusia itu tambah hari tambah merugi, tambah tua tambah merugi: illalladzina aamanu wa’amilushaalihaati, “kecuali orang yang efektif, yang menjadikan pertambahan waktunya sebagai peningkatan mutu iman, mutu amal; watawaa shawbil haqqi wa tawaa shawbishshabri, dan setiap waktu terus meningkat kemampuan diri nya, sehingga kehadiran dirinya di dunia menjadi jalan nasehat, baik dengan tutur kata atau pun perilaku bagi orang lain, dalam kebenaran dan kesabaran.
            Sebaliknya, orang yang tidak menggunakan waktu dalam empat perkara itu-Iman, amal saleh, nasehat-menasehati dalam menaati kebenaran dan nasehat-menasehati dalam menetapi kesabaran- menurut Allah Azza wajallah yang menciptakan hidup ini.

            Orang-orang non-Islam dengan orang-orang Islam sama jatah waktunya 24 jam sehari. Dunianya sama seperti dunia yang kita tempati, dunia yang satu juga. Tetapi mengapa kita yang orang Islam ini telah jauh ketinggalan? Diantara penyebabnya adalah karena kita belum mengerti betapa berharganya dan pentingnya waktu.
            Dan keyakinan yang baik kepada Allah adalah keyakinan dalam menjaga amanah waktu. Kalu kita mengisinya dengan memperbanyak maksiat dan kesia-siaan, ingat-ingatlah bahwa kemaksiatan dan kesia-siaan pasti merusak mutu keyakinan kepada Allah. Kalau kita sudah mulai gemar melakukan perbuatan-perbuatan maksiat, maka hati kita akan semakin keras. Sebaliknya kalau kita berhasil mengurangi dan meredam dari kemungkinan berbuat maksiat, hati kita akan semakin bercahaya.
             Ingat-ingatlah selalu bahwa segala sesuatu yang ada pada diri kita adalah amanah. Mulut kita adalah amanah. Jangan biarkan ia gunakan untuk mengobrol sesuatu yang sia-sia. Masih banyak perkataan lain yang bermanfaat daripada berkata sesuatu yang belum tentu kebenarannya. Maka, sekali-kali jangan bunyikan mulut ini kecuali kita pastikan bahwa omongan yang akan kita ucapkan menjadi amal.
a.      Waktu boleh sama tapi isinya harus berbeda.
Ajaran Islam sangat menghargai waktu. Allah SWT sendiri berkali-kali bersumpah dalam Al-qur’an berkaitan dengan waktu. Wal’ashri DEMI WAKTU, waktu dhuha dan waktu malam. Allah SWT berfirman dalam sebuah hadist qudsi, pada setiap fajar ada dua malaikat yang berseru-seru, wahai anak adam aku adalah hari yang baru, dan aku datang untuk menyaksikan amal kamu. Oleh sebab itu, manfaatkanlah aku sebaik-baiknya, karena aku tidak akan kembali lagi sehingga hari pengadialan.
b.      Sekarang harus lebih baik daripada tadi.
Waktu adalah modal kita dalam mengarungi kehidupan ini. Kalau modal itu dioptimalkan maka beruntunglah kita, tetapi kalau modal itu disia-siakan maka sangat pasti akan merugilah kita.
Satu-satunya pilihan dalam hidup ini adalah’ hari ini harus lebih baik dari hari kemaren bahkan kalau bila sekarang ini harus lebih baik daripada barusan tadi, dalam hal apapun. Ingat andaikata hari ini lebih buruk dari hari kemaren berarti kita terkena musibah dan kerugian yang sangat besar serta mencelakakan diri.
Rasulullah saw sendiri mengingat kita untuk selalu memperbaiki waktu, sebab setiap waktu memiliki beban persoalan tersendiri, sabdanya,’carilah lima sebelum datang yang lima yaitu : manfaatkanlah masa mudamu sebelum datang masa tuamu(dengan ibadah), gunakan masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu(dengan amal sholeh), gunakanlah masa kayamu sebelum datang miskinmu(dengan sedekah), gunakan masa hidupmu sebelum masa matimu, gunakan masa senggang sebelum masa sempitmu.
Ada tiga kelompok orang yang menggunakan waktu yaitu:
1.      Orang sukses, yaitu orang yang menggunakan waktu dengan optimal, dan ia melakukan sesuatu yang tidak diminati oleh orang yang gagal.
2.      Orang yang malang yaitu orang yang hari-harinya diisi dengan kekecewaan dan selalu memulai sesuatu keesokan harinya.
3.      Orang yang hebat, yaitu ornag yang bersedia melakukan sesuatu sekarang juga. Bagi orang hebat, tidak ada hari esok. Dia berkata bahwa membuang waktu bukan saja sesuatu kejahatan, tetapi sesuatu pembunuhan yang kejam.



Oleh sebab itu mulai sekarang waspadalah terhadap waktu. Setiap detik yang kita lalui harus diperhitungkan dengan secermat-cermatnya, sematang-matangnya, dan sekuat-kuatnya dan seakurat-akuratnya lalu mengisinya dengan hal-hal yang membuahkan peningkatan kemampuan kita.
Paparan beberapa kiat praktis dalam mengelola waktu :
1.      Biasakan tertib dan teratur
2.      Selalu terencana
Ingat baik-baik beberapa motto ini: jika gagal dalm membuat rencana berarti merencanakan gagal,’atau.’ Lebih baik bersimbah peluh dalam latihan dari pada bersimbah darah dalam pertempuran
3.      Biasa denga data dan info yang akurat
4.      Sediakan peralatan dan perlengkapan memadai
5.      Jangan menunda dan mengulur waktu
6.      Selalu tepat waktu
7.      Biar cepat dan ringkas asal selamat
8.      Biasakan check and re- Check
9.      Waspadalah pencuru waktu
a.      Obrolan yang sia-sia
Berbicang-bincang adalah bagian dari nikmat Allah yang harus kita syukuri sepanjang dipergunakan untuk hal-hal yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat.
b.      Acara TV dan Radio
Tidak adasalahnya kita menontot TV atau menyimak acara radio. Yang salh adalah andaikata kita ditipu mentah-mentah oleh acara murahan dan tak berniala yang akhirnya akan menguras waktu produktif dan waktu potensial untuk masa depan kita.
c.       Hobi tiada Arti
Jikalau yang kita senangi adalah sesuatu yang disenagi Allah SWT dan juga juga jelas bermanfaat bagi kepentingan dunia dan akhirat kita, maka hal ini adalah sesuatu keberuntungan yang besar.
d.      Lamunan sia-sia
Lamunan adalah melanturnya pikiran, melambung tidak terarah jelas tidak sesuai dengan realita dan tidak berpijak pada keadaan dan kenyataan.
e.      Hati yang busuk
Jika kita termasuk sorang hamba yang berarti bersih maka kita termasuk gologan hamba Allah yang sangat beruntung. Tapi tidak sebaliknya, justru kita memiliki hati yang busuk, na’udzubillah, maka ini adalah suatu yang benar celaka. Sebab orang-orang yang berhati busuk, waktunya, pikirannya , tenaganya, kebahagiaannya dan hartanya sungguh akan terkuras untuk meladeni perasaan busuknya.
            Pergunakanlah waktu sebaik-baik nya, janganlah kita menjadi orang yang merugi karna sudah menyia-yiakan waktu yang begitu berarti bagi kehidupan kita. Waktu terus saja berjalan tanpa pernah berhenti. Tapi kita akan berhenti pada titik yang sudah ditentukan oleh sang Maha Pencipta. Selamatkan lah kami ya robbi, agar kami dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, dalam kehidupan menuju ke akhirat tempat peristirahatan yang abadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar