Rabu, 28 November 2012

sholat dhuha


Nama              : Yuniarsih
Nim                 : 11111111153
Tgl                   : 20-Nopember-2012
MENGAPA HARUS SHOLAT DHUHA
            Pada dasarnya, ibadah dalam Islam bukanlah semata-mata untuk menyebah Allah. Sebab, disebah atau tidak disembah Allah tetaplah Allah. Esensi ketuhanan Allah tidak akan pernah berkurang sedikitpun bila manusia dan seluruh makhluk di jagad raya ini tidak menyembah-Nya. Oleh sebab itu peribadatan dalam Islam pada hakikatnya adalah untuk manusia bukan untuk Allah. Sejalan itu, maka ibadah dalam islam bukan untuk menyembah Allah, tetapi untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Allah adalah eksestensi yang Mahasuci. Dzat Yang Mahasuci tidak bisa didekati kecuali oleh yang suci.
            Keadaan hati yang selalu dekat dengan Allah sebagai zat Yang Mahasuci akan dapat mempertajam rasa kesucian seseorang. Rasa kesucian ini sangatlah diperlukan oleh manusia dalam menjinakkan hawa nafsunya agar tidak melanggar nilai-nilai, peraturan, dan hukum yang berlaku. Itulah sebabnya peribadatan dalam islam berfungsi sebagai riyadhoh ruhiyah(latihan spiritual) dan ajaran moral dalam rangka menyucikan hati nurani manusia.
            Demikian halnya dengan sholat. Sholat merupakan satu ibadah-bahkan ibadah yang paling utama-dalam proses penghambaan dan pendekatan diri kepada Allah. Sholat yang dikerjakan dengan sepenuh hati ikhlas karena Allah. Sholat yang menumbuhkan sensasi kenikmatan tersendiri. Demikian sebagaimana yang tercermin dalam diri Rosulullah SAW. Suatu malam beliau pernah mengerjakan qiamul lain (sholat malam/tahajud) hingga kedua kakinya bengkak. Lalu Aisyah bertanya, “mengapa engkau melakukan hal ini wahai Rosulullah, bukankah Allah telah memberikan ampunan kepadamu atas dosa-dosa yang telah lalu atau yang akan datang?”Beliau menjawab, “Tidak bolehkah aku menjadi hamba Allah yang pandai bersyukur?
            Sholat bagi Rosulullah bukanlah untuk meminta surga-Nya-sebagai ganjaran –bukan pula agar menghindarkan dirinya dari siksaan neraka. Sholat yang ia lakukan sebagai manifestasi takwa, cinta, dan syukurnya kepada Allah. Dan sholat baginya merupakan riyadhoh ruhiyah(oleh jiwa) yang mendatangkan kenikmata, keridhoan, dan kebahagiaan
            Mengapa kita harus sholat Dhuha? Selain mengandung hikmah yang luar biasa, setidak-tidaknya ada tiga alasan mengapa kita harus sholat Dhuha,yaitu:
1.      Wujud ingat kepada Allah ketika senang
2.      Sebagai wujud syukur kepada Allah
3.      Sebagai bentuk tawakal dan berserah diri kepada ketentuan Allah bahwa Dia yang mengatur rezeki.
A.      Wujud ingat kepada Allah ketika senang
Dzikir kepada Allah menempatkan posisi yang sangat urgent dalam proses penghambaa diri kepada Sang Pencipta. Sebagaimana dipahami tujuan utama Allah menciptakan manusia adalah untuk beribadah dan mengabdikan diri kepada Allah
            QS.AL-A’araf :205
            Dan ingatlah Tuhanmu dalam hati dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, diwaktu pagi dan petang, dan jaganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.
                        Selalu ingat kepada Allah akan menumbuhkan “ihsan” yaitu kesadaran akan adaya pengawasan Allah terhadap tutur kata dan tingkah lakunya. Dengan demikian diharapkan dapat menjadi faktor pengendali untuk selalu berkata dan bertindak sesuai dengan norma-norma Agama.
                        Salah satu mengingat Allah adalah dengan sholat. Sholat adalah amalan utama dalam berdzikir kepada Allah.
B.      Sholat Dhuha sebagai wujud syukur kepada Allah
Allah berfirman
Ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-ku, dan janganlah kamu mengingkari(nikmat)-Ku (QS.Al-Baqarah;152)
            Bersyukur kepada Allah merupakan konsekuensi logiss bagi seorang manusia, sebagai makhluk yang telah diciptakan dan dilimpahi aneka macam kenikmatan dan anugrah yang tiada terbilang. Atau dalam bahasa kasarnya manusia harus tahu diri lah.
            Bersyukur merupakan salah satu maqom(derajat) yang tinggi dari seorang hamba disisi Allah. Rasa syukur itulah yang dapat membuat seorang hamba menjadi sadar dan termotivasi untuk terus beribadah kepada Allah.
Adapun cara-car syukur:
1.      Syukur dengan hati, yakni dengan mengakui dan menyakini bahwa segala nikmat yang dirasakan merupakan anugrah dari Allah SWT.
2.      Syukur dengan lisan, yakni dengan mengakui kepada Allah, seperti mengucapkan tahmid, tahlil, hauqalah, tasbih, membaca Al-Qur’qn, berdoa, berkata yang baik dan santun.
3.      Syukur dengan perbuatan, yakni menggunakan nikmat untuk beribadah dan beramal shaleh serta tidak berbuat keburukan atau kerusakan.
4.      Menjaga nikmat dari kerusankan, yakni menjaga nikmat yang ada tidak lekas rusak dan selalu bermanfaat.


C.      Tawakal dan berserah diri kepada Allah bahwa dia yang mengatur rezeki
Tawakal merupakan salah satu sifat utama orang yang beriman. QS.Ali Imran :122 ayat ini mengajurkan agar orang-orang yang lain beriman bertawakkal kepada Allah. Atau dengan bahasa lain bertawaqal kepada Allah merupakan tanda-tanda orang yang beriman.
Tiga syarat ini harus sejalan dan tidak bisa dipisahkan. Usaha tanpa doa adalah sombong. Doa tanpa usaha adalah omong kosong. Sedangkan tawakal merupakan upaya berserah diri kepada Allah dan menyandarkan diri kepada Allah.
          Dengan sholat Dhuha dapat mempengaruhi perkembangan kecerdasan seseorang. Utamanya kecerdasa fisikal, emosional spiritual, dan intelektual.
          Untuk kecerdasan fisikal, jelas sholat Dhuha mampu meningkatkan kekebalan tubuh dan kebugaran fisik. Sholat Dhuha merupakan aternatif olahraga yang efektif dan efesien karena dikerjakan diwaktu pagi hari.
          Sholat dhuha juga memaksimalkan kecerdasan emosional. Tentunya kita mengawali aktifitas dipagi hari dengan optimisme tinggi, mengharap memperoleh keuntungan yang signifikan dari usaha hari itu.
          Ini adalah kredit poin dari sholat dhuha. Bahwa sholat Dhuha mampu melejitkan kecerdasan intelektual seseorang. Setidaknya itulah yang tergambar dari pengamatan saya terhadap orang-orang yang rajin sholat Dhuha. Orang yang rajin sholat Dhuha –terutama pelajar dan mahasiswa-lebih mudah meraih prestasi akademik dan kesuksesan hidup dari pada mereka yang tidak melakukan rutinitas sholat Dhuha.
          Hakekat ilmu adalah cahaya Allah. Cahaya Alah tidak diberikan kepada para pelaku kejahatan dan pengabdian maksiat. Cahaya Allah diberikan kepada orang yang senantiasa ingat kepada Allah, baik di waktu pagi maupun petang.
          Sholat Dhuha menjadikan jiwa tenang. “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah.
          Sholat Dhuha menjadikan pikiran lebih konsentrasi. Ketika sedang belajar, seringkali para mahasiswa dan pelajar-karena banyaknya materi pelajaran dan lamanya waktu belajar-merasa mengantuk.mengantuk merupakan bukti otak mengalami keletihan karena kekurangan oksigen yang ada dalam otak. Sebagaimana dijelaskan di atas bahwa gerakan sholat adalah sujud. Gerakan sholat sujud memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-sel.
          Cobalah dari sekarang melakukan sholat Dhuhah agar kita mampu mencapai apa yang kita ingin dan di ridhoi oleh Allah. Kalau Allah sudah ridho maka segala sesuatu nya pasti dipermudahkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar