Nama : Yuniarsih
Nim : 11111111153
Tgl : 20-Nopember-2012
MENGAPA HARUS SHOLAT DHUHA
Pada dasarnya, ibadah dalam Islam bukanlah semata-mata
untuk menyebah Allah. Sebab, disebah atau tidak disembah Allah tetaplah Allah.
Esensi ketuhanan Allah tidak akan pernah berkurang sedikitpun bila manusia dan
seluruh makhluk di jagad raya ini tidak menyembah-Nya. Oleh sebab itu
peribadatan dalam Islam pada hakikatnya adalah untuk manusia bukan untuk Allah.
Sejalan itu, maka ibadah dalam islam bukan untuk menyembah Allah, tetapi untuk
mendekatkan diri kepada-Nya. Allah adalah eksestensi yang Mahasuci. Dzat Yang
Mahasuci tidak bisa didekati kecuali oleh yang suci.
Keadaan hati yang selalu dekat
dengan Allah sebagai zat Yang Mahasuci akan dapat mempertajam rasa kesucian
seseorang. Rasa kesucian ini sangatlah diperlukan oleh manusia dalam
menjinakkan hawa nafsunya agar tidak melanggar nilai-nilai, peraturan, dan
hukum yang berlaku. Itulah sebabnya peribadatan dalam islam berfungsi sebagai riyadhoh
ruhiyah(latihan spiritual) dan ajaran moral dalam rangka menyucikan hati
nurani manusia.
Demikian halnya dengan sholat.
Sholat merupakan satu ibadah-bahkan ibadah yang paling utama-dalam proses
penghambaan dan pendekatan diri kepada Allah. Sholat yang dikerjakan dengan
sepenuh hati ikhlas karena Allah. Sholat yang menumbuhkan sensasi kenikmatan
tersendiri. Demikian sebagaimana yang tercermin dalam diri Rosulullah SAW.
Suatu malam beliau pernah mengerjakan qiamul lain (sholat malam/tahajud)
hingga kedua kakinya bengkak. Lalu Aisyah bertanya, “mengapa engkau melakukan
hal ini wahai Rosulullah, bukankah Allah telah memberikan ampunan kepadamu atas
dosa-dosa yang telah lalu atau yang akan datang?”Beliau menjawab, “Tidak
bolehkah aku menjadi hamba Allah yang pandai bersyukur?
Sholat bagi Rosulullah bukanlah
untuk meminta surga-Nya-sebagai ganjaran –bukan pula agar menghindarkan dirinya
dari siksaan neraka. Sholat yang ia lakukan sebagai manifestasi takwa,
cinta, dan syukurnya kepada Allah. Dan sholat baginya merupakan riyadhoh
ruhiyah(oleh jiwa) yang mendatangkan kenikmata, keridhoan, dan kebahagiaan
Mengapa kita harus sholat Dhuha?
Selain mengandung hikmah yang luar biasa, setidak-tidaknya ada tiga alasan
mengapa kita harus sholat Dhuha,yaitu:
1. Wujud ingat
kepada Allah ketika senang
2. Sebagai wujud
syukur kepada Allah
3. Sebagai bentuk
tawakal dan berserah diri kepada ketentuan Allah bahwa Dia yang mengatur
rezeki.
A. Wujud ingat
kepada Allah ketika senang
Dzikir
kepada Allah menempatkan posisi yang sangat urgent dalam proses penghambaa diri
kepada Sang Pencipta. Sebagaimana dipahami tujuan utama Allah menciptakan
manusia adalah untuk beribadah dan mengabdikan diri kepada Allah
QS.AL-A’araf :205
Dan ingatlah
Tuhanmu dalam hati dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak
mengeraskan suara, diwaktu pagi dan petang, dan jaganlah kamu termasuk
orang-orang yang lalai.
Selalu
ingat kepada Allah akan menumbuhkan “ihsan” yaitu kesadaran akan adaya
pengawasan Allah terhadap tutur kata dan tingkah lakunya. Dengan demikian
diharapkan dapat menjadi faktor pengendali untuk selalu berkata dan bertindak
sesuai dengan norma-norma Agama.
Salah
satu mengingat Allah adalah dengan sholat. Sholat adalah amalan utama dalam
berdzikir kepada Allah.
B. Sholat Dhuha
sebagai wujud syukur kepada Allah
Allah berfirman
Ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu, dan
bersyukurlah kepada-ku, dan janganlah kamu mengingkari(nikmat)-Ku
(QS.Al-Baqarah;152)
Bersyukur kepada Allah
merupakan konsekuensi logiss bagi seorang manusia, sebagai makhluk yang telah
diciptakan dan dilimpahi aneka macam kenikmatan dan anugrah yang tiada
terbilang. Atau dalam bahasa kasarnya manusia harus tahu diri lah.
Bersyukur merupakan
salah satu maqom(derajat) yang tinggi dari seorang hamba disisi Allah.
Rasa syukur itulah yang dapat membuat seorang hamba menjadi sadar dan
termotivasi untuk terus beribadah kepada Allah.
Adapun cara-car syukur:
1. Syukur dengan
hati, yakni dengan mengakui dan menyakini bahwa segala nikmat yang dirasakan
merupakan anugrah dari Allah SWT.
2. Syukur dengan
lisan, yakni dengan mengakui kepada Allah, seperti mengucapkan tahmid, tahlil,
hauqalah, tasbih, membaca Al-Qur’qn, berdoa, berkata yang baik dan santun.
3. Syukur dengan
perbuatan, yakni menggunakan nikmat untuk beribadah dan beramal shaleh serta tidak
berbuat keburukan atau kerusakan.
4. Menjaga nikmat
dari kerusankan, yakni menjaga nikmat yang ada tidak lekas rusak dan selalu
bermanfaat.
C. Tawakal dan
berserah diri kepada Allah bahwa dia yang mengatur rezeki
Tawakal
merupakan salah satu sifat utama orang yang beriman. QS.Ali Imran :122 ayat ini
mengajurkan agar orang-orang yang lain beriman bertawakkal kepada Allah. Atau
dengan bahasa lain bertawaqal kepada Allah merupakan tanda-tanda orang yang
beriman.
Tiga
syarat ini harus sejalan dan tidak bisa dipisahkan. Usaha tanpa doa adalah
sombong. Doa tanpa usaha adalah omong kosong. Sedangkan tawakal merupakan upaya
berserah diri kepada Allah dan menyandarkan diri kepada Allah.
Dengan sholat
Dhuha dapat mempengaruhi perkembangan kecerdasan seseorang. Utamanya kecerdasa
fisikal, emosional spiritual, dan intelektual.
Untuk
kecerdasan fisikal, jelas sholat Dhuha mampu meningkatkan kekebalan tubuh dan
kebugaran fisik. Sholat Dhuha merupakan aternatif olahraga yang efektif dan
efesien karena dikerjakan diwaktu pagi hari.
Sholat dhuha
juga memaksimalkan kecerdasan emosional. Tentunya kita mengawali aktifitas
dipagi hari dengan optimisme tinggi, mengharap memperoleh keuntungan yang
signifikan dari usaha hari itu.
Ini adalah
kredit poin dari sholat dhuha. Bahwa sholat Dhuha mampu melejitkan kecerdasan
intelektual seseorang. Setidaknya itulah yang tergambar dari pengamatan saya
terhadap orang-orang yang rajin sholat Dhuha. Orang yang rajin sholat Dhuha
–terutama pelajar dan mahasiswa-lebih mudah meraih prestasi akademik dan
kesuksesan hidup dari pada mereka yang tidak melakukan rutinitas sholat Dhuha.
Hakekat ilmu
adalah cahaya Allah. Cahaya Alah tidak diberikan kepada para pelaku kejahatan
dan pengabdian maksiat. Cahaya Allah diberikan kepada orang yang senantiasa
ingat kepada Allah, baik di waktu pagi maupun petang.
Sholat Dhuha
menjadikan jiwa tenang. “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi
tentram dengan mengingat Allah.
Sholat Dhuha
menjadikan pikiran lebih konsentrasi. Ketika sedang belajar, seringkali para
mahasiswa dan pelajar-karena banyaknya materi pelajaran dan lamanya waktu
belajar-merasa mengantuk.mengantuk merupakan bukti otak mengalami keletihan
karena kekurangan oksigen yang ada dalam otak. Sebagaimana dijelaskan di atas
bahwa gerakan sholat adalah sujud. Gerakan sholat sujud memungkinkan darah
mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya
oksigen yang memacu kerja sel-sel.
Cobalah dari
sekarang melakukan sholat Dhuhah agar kita mampu mencapai apa yang kita ingin
dan di ridhoi oleh Allah. Kalau Allah sudah ridho maka segala sesuatu nya pasti
dipermudahkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar