Nama : YUNIARSIH
NIM : 11111111153
Dosen
pengampuh :Dr.Yusriadi
Mata
Kuliah : Bimbingan Karya
Tulis Ilmiah
Bagaimana Meningkatkan Cara Belajar
Secara Maksimal
Bagaimana menjadikan
generasi mendatang akan mempunyai potensi yang cukup untuk bekal masa
hidup mereka. Kebanyakkan sekolah lebih mengutamakan kelulusan dari pada
potensi siswa yang sesungguhnya. Kelulusan hanya berdasarkan dari ujian akhir
sekolah saja, sehingga rasanya sekolah SD yang selama 6 tahun hanya berdasarkan
1 kali ujian membuatkan siswa takut akan menghadapi ujian sekolah, SMP 3 tahun
belajar dan hanya dengan satu kali ujian dapat membuat mereka takut yaitu
(UJIAN SEKOLAH ) yang sangat menakutkan. Ujian yang dijadikan alasan anak pada
masa ini sampai ada yang bunuh diri karna tidak lulus mereka merasa malu.
Seharusnya kelulusan bukan hanya dilihat
dari kemampuan mereka dalam 1 hari saja.
Proyek dalam membuat soal-soal ujian
yang hanya menguntung pemerintah saja, yang dirugikan adalah anak-anak. Sekolah
yang hanya mementing kan nama baik sekolah saja, mereka mengupayakan kelulusan
siswa dan siswi mereka tanpa memikirkan dampak dan efek dari, apa yang mereka
lakukan. Murid merasa malas dalam belajar dikarenakan mereka akan tahu bahwa
nantinya pun bila ujian sekolah mereka akan diberi tahukan oleh guru nya
tentang kunci-kunci soal yang akan di bocorkan.
Sekolah yang biasanya seperti ini
adalah sekolah yang hanya memikirkan nama baik saja tapi mereka tidak
memikirkan danpak dari hal tersebut. Hal ini bukan lah sesuatu yang aneh
sekolah suasta bisa meluluskan 100% siswanya. Ada hal yang ganjil disini
sehingga sekolah menengah keatas yaitu SMA ternama lebih selektif dalam
menerima siswa. Mereka tidak menerima siswa berdasarkan nim yang didapat mereka
mengadakan tes uji bagi siswa yang
benar-benar unggul.
Sekolah dapat bermutu bila mereka
benar-benar mau untuk berubah, merubah seseorangtidak lah mudah. Peran orang
tua dan guru sangatlah penting dalam meningkatkan mutu dari peserta didik. Akan
tetapi, mungkin perubahan utama di sekolah tersebut muncul dari perubahan
sikap, dan dari pembinaan hubungan erat antara sekolah, orang tua dan
masyarakat.
Sekolah-sekolah di Jepang berhasil
meraih nilai ujian matematika dan sains tertinggi di dunia. Lebih dari 90 % siswa lulus dari sekolah lanjut atas. Dan hampir tidak ada
orang yang buta huruf, di bandingkan dengan Indonesia masih banyak yang buta
huruf. Seharusnya indonesia adalah
negara yang kaya mampu lebih mempotensikan diri.
Banyak nya sekolah swasta
merambah tapi potensi yang ada tidak
ada, apa kah sebabnya, siswanya yang malas apa gurunya yang tidak menarik
sehingga, sehingga pembelajaran yang membosan kan.
Panduan
baru bagi para guru dan pelatih masa depan
para guru
dan pelatih yang cemerlang di seluruh
dunia kini sedang mempersiapkan diri menghadapi tantangan abad ke -21
dan mereka melakukannya dengan
memadukan : pelajaran anak-anak sejak dini, penelitian otak, bisnis
pertunjukan, periklanan, televisi, musik, tarian, filem, o;ahraga, seni, dan
multimedia elektronik. Yang paling penting adalah mereka menghadiri kembali
kegembiraan dalam proses belajar.
Dari penelitian kami diseluruh
dunia, dan berbagai ruang kelas kita. Namun pendidikan tentu saja akan erat
sekali kaitanya dengan masalah yang berhubungan dengan kemampuan anak. Didalam
otak anak telah tertanam kata saya mampu kata ini lah memotifasi
anak untuk dapat memberikan dorongan kepada
anak bahwa mereka dapat bahkan pasti bisa melakukan apa yang seharusnya
mereka dapat kerjakan. Kata mampu ini lah memotifasi seorang anak dari kecil
bahwa mereka dapat melakukan apa saja yang mereka angap tidak mampu, dilihat
orang tapi mampu melakukan kannya. Orang tua yang tidak tau ilmu pendidikan
biasanya mengatakan bila anaknya tidak bisa mengerjakan sesuatu, mereka
langsung mengatakan anak tersebut dengan kata Bodoh.
Guru harus mampu menciptakan sebuah
iklim yang menyenangkan di setiap ruang kelas. Mereka mengatakan bahwa variasi,
kejutan, imajinasi dan tantangan snagatlah penting dalam menciptakan iklim
tersebut. Mendatangkan tamu yang
mengejutkan, melakukan perjalanan misteri, kunjungan lapangan, program spontan,
dan lain sebagainya. Ruang kelas anda
akan jarang sepi-mati. Kebersamaan dan interaksi adalah komponen vital dari
iklim menyenangkan. Penemuan, pembelajaran gaya baru, dan kegairahan
mencapai prestasi menuntut ekspresi yang meyakinkan.
Jika ‘Ikim keasikan’ tersebut mampu
anda hadirkan begitu memasuki ruang seminar atau kelas yang direncanakan dengan
baik, itulah langkah-langkah pertama dalam menyiapkan suasana kondusif untuk
proses belajar yang efektif.
Aktivitas
dini sangatlah penting
Langhkah berikut adalah aktivitas.
Tepatnya, hal-hal yang disarankan kepada siswa atau peserta untuk dilakukan.
Kondisi ruang yang penuh warna, poster, dan mobilitas akan mulai menstimulasi
para pelajar visual. Musik akan ‘menyentuh’ para pelajar auditorial
Pelatihan berirama model jazzercise
dapat mendorong peningkatan airan oksigen ke otak- dan otak bekerja sebagian
besar karena pasokan oksigen dan glokosa.
Pelatihan berirama lainnya- semacam
lempar bola dan gerkan kaki –kiri/ tangan –kanan, kaki kanan /tangan kiri dapat
menstimulasi komunikasi instan antara “ otak kanan dan otak kiri, seperti yang
akan kita bahas.
Aktivitas lain dapat mencairkan
suasana dan membantu peserta untuk saling mengenal – dan bakat-bakat yang ada
di rangsang keluar di dalam atau di luar lingkungan tertentu.
Visualisasikan tujuan anda dengan
mengatakan ‘ jangan lupa belajar untuk
menanamkan hal yang positif yang mendorong mereka untuk membaca buku pelajarannya guna mencari
jawaban tertentu yang mungkin dapat dipergunakan di masa depan
Seperti telah dijelaskan tadi bahwa
kekuatan sugesti sangat penting dalam
belajar kita dapat melakukan sesuatu yang baik
jika berfikir kita mampu melakukannya. Sebaliknya kita akan gagal jika
berfikir bahwa kita akan gagal. Setiap orang tua dewasa telah menyaksikan bagaimana kemampuan anak akan berkenbang
pesat dalam suasana positif dan menyenangkan.
Inti dari bacanya adalah bahwa anak
disuruh berfikir positif bahwa mereka akan mampu melakukan kata yang harus
ditanamkan dalam pikiran adalah kata mampu. Mampu melakukan apapun. Mampu
melakukan hal-hal yang positif bukan hal-hal yang negatif.
Penulis berharap dapat melakukan
kepada semua siswa-siswi nya disekolah menanamkan kata mampu bisa mengerjakan
apapun yang diberikan kepada guru untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar